Dikisahkan di sebuah kerajaan ada seorang Raja yang sangat mencintai istrinya yang cantik jelita. Semua keinginan sang Ratu selalu dipenuhinya. Sang Ratu sangat menyukai sepatu. Koleksi sepatunya banyak sekali. Untuk mendapatkan sepatu yang indah dibutuhkan waktu lebih dari satu jam. Dan ini membuat Ratu tertekan dan jatuh sakit.
Sang Raja dan rakyatnya tidak tahan melihat sakit sang Ratu. Berbagai tabib dan dokter sudah didatangkan untuk menyembuhkan sakit sang Ratu, tapi tidak satupun yang mampu menyembuhkannya.
Suatu hari ada seorang pengemis yang lewat di kerajaan itu. Mendengar cerita sakit sang Ratu karena sepatu, maka sang pengemis itu memaksa untuk dapat menemui Ratu. Permintaan pengemis itu tentunya tidak masuk akal. Namun pengemis tersebut terus berteriak – teriak untuk bertemu dengan sang Ratu dan mempunyai sesuatu untuk menyembuhkannya. Karena tertarik dengan tawaran itu, maka pengemis tersebut diperbolehkan bertemu sang Ratu.
Di dalam sang Ratu berkeluh kesah mengenai penyakitnya. Kemudian pengemis berkata,”Saya bersyukur karena saya tidak harus sakit seperti Anda gara – gara sepatu. Seharusnya Ratu juga bersyukur karena Ratu masih mempunyai sepasang kaki yang normal. Coba lihatlah saya.”
Sang Ratu pun melihat keseluruhan pengemis tersebut. Ratu baru menyadari bahwa pengemis itu tidak mempunyai kaki. Setelah itu barulah sang Ratu menyadari bahwa dia memang sangat beruntung, karena masih mempunyai kaki dan masih bisa memakai sepatu – sepatu yang indah. Dan sejak itu sang Ratu membagikan sepatunya dan hanya menyisakan sepatu secukupnya untuk dipakai.
Mempunyai keinginan dan cita – cita yang tinggi tentunya sangat baik asal tidak serakah dan benci. Terkadang kita memang selalu merasa belum cukup dengan segala hal yang dimiliki. Kita terlalu sering fokus pada apa yang didapat oleh orang lain yang lebih segalanya dari kita. Karena itu kita tetap merasa kurang dan tidak bahagia. Dalam konteks untuk lebih maju, sebenarnya rasa tidak puas adalah hal yang wajar, malah dianggap bagus agar kita tidak cepat puas dengan hasil yang sudah didapat. Namun jangan sampai kita terjebak dan terperangkap menjadi manusia yang tidak pernah merasa puas yang akhirnya menjadikan kita sosok pribadi yang serakah.
Diperlukan suatu kemampuan bersyukur yang luar biasa. Bukan saja bersyukur disaat yang menyenangkan atau mengembirakan. Tapi juga mampu bersyukur untuk semua hal termasuk untuk hal yang tidak menyenangkan sekalipun. Untuk itu berhati – hatilah menyikapi situasi dalam hidup dan usahakan tetap bijak memilih cara untuk bersyukur. Karena mampu bersyukur merupakan satu kebahagiaan tersendiri untuk menjalani kehidupan.