Sekedar Info…

Juni 30, 2008

Menjadi Diri Sendiri

Diarsipkan di bawah: Cerita Motivasi — Tag: — bonnenuit @ 4:01 pm

Dikisahkan…dipuncak mercu suar, tampak gagah dan terang lampu mercu suar menerangi gelapnya malam. Lampu itu juga tentunya jadi tumpuan perahu nelayan untuk memberi arah dan petunjuk arah mereka pulang.

Dari kejauhan…nampaklah rumah si penjaga mercu suar. Dari jendela rumah kecil itu, tampaklah sebuah lampu minyak yang selalu melihat iri kearah mercu suar. Lampu minyak itu selalu merasa, dirinya hanyalah sebuah lampu minyak yang ada di rumah kecil, gelap dan pengap.

Sungguh menyedihkan…memalukan dan tidak terhormat. Coba lihat mercu suar yang begitu hebat, terang dan perkasa. Seandainya aku bisa dekat dengan mercu suar itu, pasti hidupku bisa lebih berarti. Karena akan banyak orang yang melihat kepadaku dan akupun dapat membuat kapal nelayan menemukan arah untuk membawa pulang kembali ke rumah mereka dan keluarganya.
Pada suatu malam yang pekat, petugas mercu suar membawa lampu minyak itu untuk menerangi jalan menuju mercu suar.

Sesampainya di mercu suar, diletakkannya lampu minyak di dekat lampu mercu suar. Lampu minyak senang sekali karena impiannya untuk bersanding dengan lampu mercu suar menjadi kenyataan. Tapi kegembiraan lampu minyak itu hanya sesaat saja, karena dia menyadari bahwa perbandingan cahaya yang dimilikinya dengan lampu mercu suar tidak seimbang. Jika demikian kondisinya, maka tidak ada seorangpun yang akan melihatnya. Saat itu walau kecewa, tapi lampu minyak menyadari, bahwa untuk menjadi dirinya berarti dia harus ada di tempat yang tepat. Dan saat ini tempat yang tepat adalah di dalam rumah kecil itu, entah seberapa kotor, kecil dan pengapnya. Tapi disanalah keberadaannya menjadi berguna, untuk menerangi rumah si penjaga mercu suar itu. Sikap iri hati karena selalu membandingkan diri dengan orang lain membuat lampu minyak tidak bahagia dan tidak memiliki arti. Hidup akan menderita jika merasa diri rendah dan kecil.

Meniru dan belajar dari orang lain boleh saja dilakukan asal tidak harus meremehkan diri sendiri. Tiru dan pelajarilah apa yang membuat orang lain itu sukses dengan cara melebur. Ambil dari mereka nilai dan hal – hal baik lainnya yang belum kita jalani. Namun demikian kita juga harus menyadari bahwa hidup adalah proses belajar, proses perjuangan, perjalanan. Hidup adalah menjadi diri sendiri.

Apapun yang terjadi dalam keadaan kita, haruslah kita syukuri dan tetaplah bangga menjadi diri sendiri. Diperlukan latihan dan pemeliharaan keyakinan, serta percaya diri untuk menerima kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Dan siap berjuang selangkah demi selangkah menuju sasaran hidup yang telah kita tentukan. Dengan kekayaan mental seperti ini, pastilah kemajuan dan kesuksesan yang lebih baik akan kita peroleh.

Juni 20, 2008

Dua Orang Kulit Hitam dalam Lift

Diarsipkan di bawah: Cerita Motivasi — Tag: — bonnenuit @ 1:54 pm

Siang ini ketika saya sedang membuka email dari rekan-rekan saya, saya tertarik dengan artikel iyang satu ini,  saya tertawa dalam hati, saya sering juga berpikiran demikian, artikel ini pasti bermanfaat untuk kita,

Baru-baru ini di Atlantic City – AS, seorang wanita memenangkan sekeranjang
koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam bersama
suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan sekeranjang koin tersebut
di kamarnya. Maka ia pun menuju lift. Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang
hitam di dalamnya. Salah satunya sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali.
Wanita itu terpana. Ia berpikir, “Dua orang ini akan merampokku.” Tapi
pikirnya lagi, “Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah.”
Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya.
Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan
dan malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan,
mereka harus tahu yang saya pikirkan! Untuk menghindari kontak mata, ia
berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik . . . dua
detik . . . dan seterusnya. Ketakutannya bertambah! Lift tidak
bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan
merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat dingin mulai bercucuran.
Lalu, salah satu dari mereka berkata, “Hit the floor” (Tekan
Lantainya). Saking paniknya, wanita itu tiarap di lantai lift dan membuat
koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah uang saya dan
biarkanlah saya hidup. Beberapa detik berlalu. Kemudian dia
mendengar salah seorang berkata dengan sopan, “Bu, kalau Anda mau mengatakan
lantai berapa yang Anda tuju, kami akan menekan tombolnya.” Pria tersebut
agak sulit untuk mengucapkan kata- katanya karena menahan diri untuk
tertawa. Wanita itu mengangkat kepalanya dan
melihat kedua orang tersebut. Merekapun menolong wanita tersebut
berdiri. “Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan
bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di lantai lift,” kata seorang yang
bertubuh sedang. Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk
tidak tertawa. Wanita itu berpikir , “Ya Tuhan, betapa malunya
saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada mereka karena saya
menyangka mereka akan merampokku.” Mereka bertiga mengumpulkan kembali
koin-koin itu ke dalam keranjangnya. Ketika lift tiba di lantai yang dituju
wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya
karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan di sepanjang
koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan
selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa
sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift.
Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.
Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap kuntum
bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.
 
Pada kartunya tertulis: “Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita
lakukan selama ini.”
Tertanda:
Eddie Murphy
Michael Jordan
 
(Eddie Murphy adalah bintang film
Holywood, dan Michael Jordan adalah
bintang basket NBA)
* * * *
Sikap hidup kita sangatlah menentukan kehidupan kita. Sikap yang positif
dalam menanggapi persoalan hidup akan sangat berpengaruh bagi kebahagiaan
kita. Pikiran yang negatif akan membawa kita terperosok jatuh semakin
dalam karena kita melihat segala sesuatu adalah penderitaan.
Namun, pikiran yang positif membawa kita kepada hal-hal yang positif pula.
Positif dalam menghadapi kehidupan yang serba tidak menentu ini, positif dalam sikap
kita kepada sesama, positif merencanakan hari esok dan positif
juga terhadap diri sendiri. Tuhan menciptakan kita luar biasa. Bersama
Tuhan kita sanggup melakukan perkara-perkara besar
.
 
 
 
 

 

Juni 19, 2008

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Diarsipkan di bawah: Cerita Motivasi — Tag: — bonnenuit @ 1:02 pm

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan”———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas,  

 saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “ Terima kasih ibu ! “Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?  

 

Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita.
 Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari. 

 

 

unknown

 

 

 

Juni 6, 2008

Coca Cola dalam renungan

Diarsipkan di bawah: Cerita Motivasi — Tag: — bonnenuit @ 9:28 am
Filosofi hidup yang mungkin bisa jadi renungan kita semua.  Semoga bermanfaat!!

 
Coca Cola dalam renungan
(Sudah tepatkah keberadaan anda sekarang?)

Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya,
sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama
dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di
dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana .
Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.

Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas
baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan
menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah :

Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari
pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.

Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP .

Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.
Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA

Diposisi manakah anda sekarang?

Sepatu Sang Permaisuri

Diarsipkan di bawah: Cerita Motivasi — Tag: — bonnenuit @ 9:24 am

Dikisahkan di sebuah kerajaan ada seorang Raja yang sangat mencintai istrinya yang cantik jelita. Semua keinginan sang Ratu selalu dipenuhinya. Sang Ratu sangat menyukai sepatu. Koleksi sepatunya banyak sekali. Untuk mendapatkan sepatu yang indah dibutuhkan waktu lebih dari satu jam. Dan ini membuat Ratu tertekan dan jatuh sakit.

Sang Raja dan rakyatnya tidak tahan melihat sakit sang Ratu. Berbagai tabib dan dokter sudah didatangkan untuk menyembuhkan sakit sang Ratu, tapi tidak satupun yang mampu menyembuhkannya.

Suatu hari ada seorang pengemis yang lewat di kerajaan itu. Mendengar cerita sakit sang Ratu karena sepatu, maka sang pengemis itu memaksa untuk dapat menemui Ratu. Permintaan pengemis itu tentunya tidak masuk akal. Namun pengemis tersebut terus berteriak – teriak untuk bertemu dengan sang Ratu dan mempunyai sesuatu untuk menyembuhkannya. Karena tertarik dengan tawaran itu, maka pengemis tersebut diperbolehkan bertemu sang Ratu.
Di dalam sang Ratu berkeluh kesah mengenai penyakitnya. Kemudian pengemis berkata,”Saya bersyukur karena saya tidak harus sakit seperti Anda gara – gara sepatu. Seharusnya Ratu juga bersyukur karena Ratu masih mempunyai sepasang kaki yang normal. Coba lihatlah saya.”

Sang Ratu pun melihat keseluruhan pengemis tersebut. Ratu baru menyadari bahwa pengemis itu tidak mempunyai kaki. Setelah itu barulah sang Ratu menyadari bahwa dia memang sangat beruntung, karena masih mempunyai kaki dan masih bisa memakai sepatu – sepatu yang indah. Dan sejak itu sang Ratu membagikan sepatunya dan hanya menyisakan sepatu secukupnya untuk dipakai.

Mempunyai keinginan dan cita – cita yang tinggi tentunya sangat baik asal tidak serakah dan benci. Terkadang kita memang selalu merasa belum cukup dengan segala hal yang dimiliki. Kita terlalu sering fokus pada apa yang didapat oleh orang lain yang lebih segalanya dari kita. Karena itu kita tetap merasa kurang dan tidak bahagia. Dalam konteks untuk lebih maju, sebenarnya rasa tidak puas adalah hal yang wajar, malah dianggap bagus agar kita tidak cepat puas dengan hasil yang sudah didapat. Namun jangan sampai kita terjebak dan terperangkap menjadi manusia yang tidak pernah merasa puas yang akhirnya menjadikan kita  sosok pribadi yang serakah.

Diperlukan suatu kemampuan bersyukur yang luar biasa. Bukan saja bersyukur disaat yang menyenangkan atau mengembirakan. Tapi juga mampu bersyukur untuk semua hal termasuk untuk hal yang tidak menyenangkan sekalipun. Untuk itu berhati – hatilah menyikapi situasi dalam hidup dan usahakan tetap bijak memilih cara untuk bersyukur. Karena mampu bersyukur merupakan satu kebahagiaan tersendiri untuk menjalani kehidupan.

Blog pada WordPress.com.